Bagian 1


 


“Kenapa sulit sekali bagimu untuk mengerti hal ini, bukankah ini terlalu mudah?”

“Bagaimana aku tahu. Kamu belum pernah memberi tahuku soal ini. Kita belum pernah membahas ini sebelumnya.”

“Tapi ini terlalu jelas. Seharusnya aku tidak perlu menjelaskannya padamu. Aku pikir kamu telah mengenalku dengan baik.”

“Apa yang membuatmu berpikir demikian? Bagaimana mungkin aku bisa membaca apa yang ada dalam pikirmu dan seluruh kedalaman hatimu.”

“Bukankah kamu mengetahui banyak hal. Kamu telah belajar tentang banyak hal.”

“Aku tidak akan percaya apapun yang telah kudengar sebelum kamu mengatakannya sendiri. Jadi, bantulah aku untuk paham, ya.”

“Kamu pasti sangat lelah menghadapiku, maafkan aku.”

“Aku tidak pernah berpikir seperti itu. Kita akan berusaha lebih baik lagi, ya.”

“Jadi apa yang harus kulakukan sekarang?”

“Bercerita kepadaku, seperti yang biasa kamu lakukan. Kamu tahu aku akan selalu serius mendengarkanmu. Kata per kata, akan kuperhatikan setiapnya.”

“Memangnya kamu tidak bosan? Tidak lelah?”

“Akan lebih melelahkan bagiku jika harus menerka apa yang tengah menjadi kerisauanmu.”

“Tapi aku selalu membicarakan hal-hal yang tidak masuk akal.”

“Siapa yang bilang? Aku tidak pernah bicara begitu.”

“Iya, bukan kamu, tapi orang lain.”

“Aku bukan salah satu dari orang lain itu, jadi, tetaplah bercerita.”

 

Komentar

Postingan Populer