Sebuah Peluk yang Mungkin Kamu Butuhkan (Tapi Kata-Kata)


Aku mau menulis sesuatu, terkhusus untuk kamu yang selalu menangis diam-diam. Untuk kamu yang kalau lagi kecewa sama manusia pengen pindah ke bulan aja. Atau malah pengen jadi ikan yang menurutmu adalah makhluk yang indah dan lincah, terlihat bebas dan damai.

Tolong tetap tinggal, kamu dibutuhkan dan dicintai. Ada banyak sekali hal yang belum kamu temui. Dunia ini begitu luas dan beragam, tidakkah kamu ingin menjelajahinya? Cobalah untuk berpikir bahwa melarikan diri bukan satu-satunya jalan keluar. Pasti ada banyak jalan lain yang mungkin saja belum kamu coba, ya kan?

Kamu gabisa memisahkan dirimu dari identitasmu yang sebenarnya. Hal-hal yang melekat denganmu akan selalu kamu bawa. Hal-hal yang sudah kamu bawa sejak lahir yang tidak dapat dihapuskan. Hal-hal yang telah terjadi, baik dan buruknya. Kamu harus belajar untuk menerimanya. Gapapa dan wajar untuk merasa menyesal dan kecewa. Merasa jatuh dan kesakitan. Tapi segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya.

Aku tahu kamu selalu bertanya-tanya, diawali dengan ‘mengapa’. Tolong menunggulah, mungkin sebentar lagi, penjelasan yang kamu minta akan kamu dapatkan, jadi tetap di sini, ya.

Kamu tidak harus meminta maaf dan merasa bersalah setiap waktu. Coba ingat-ingat lagi, orang-orang yang kata-katanya nyakitin hati kamu, atau tindakannya telah menghancurkan dirimu. Bahkan tidak pernah ada di pikiran mereka untuk menyesal apalagi minta maaf. Jadi tolong, jangan biarkan dirimu menanggung derita yang bertumpuk-tumpuk. Orang-orang sudah cukup banyak memberimu luka, dan diri sendiri tidak perlu menambah-nambahnya.

Kamu tidak menyakiti siapapun dengan sikap tenang dan diam. Kamu tidak berhutang penjelasan apapun terhadap mereka. Kamu tidak perlu menjelaskan dan mereka tidak harus paham. Kamu harus lebih banyak melindungi diri sendiri, ya.

Mari berusaha lagi untuk berpegangan kuat pada Yang Maha Dekat. Yang tidak pernah meninggalkan kamu apapun keadaannya. Bukankah Ia selalu hadir di mana-mana, di dalam hatimu, pada orang tuamu yang sudah berusaha memberikan yang terbaik  untuk kamu, pada keluargamu, dan pada orang-orang baik yang selalu menjagamu.

Aku berharap tulisan ini menjadi pengingatmu di masa depan. Dan pada saat kamu membacanya nanti, kamu sudah tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa, bijaksana, dan pandai mengelola.

Komentar

Postingan Populer