Kembali Menuju Tahun 2013: Mempelajari Drama ‘The Heirs’


Halo. Aku mau mengajak kalian sebentar, kembali ke 12 tahun yang lalu. Aku baru saja menonton ulang drama ini dan menemukan potongan-potongan baru darinya.

Cuplikan:

Tan kepada Rachel: “Selama 8 tahun, Kau selalu jadi orang terpintar bagiku. Kau cantik dan dewasa, tapi, kau tidak seperti itu sekarang. Jangan lakukan itu, terutama jika itu karenaku. Jangan mengacaukan dirimu sendiri karenaku.”

Keterangan:

Tan dan Rachel berada dalam hubungan pertunangan. Pertunangan keduanya berlatar belakang bisnis dan perjodohan. Rachel menunjukkan kecemburuan karena kehadiran seseorang yang tak sengaja dibantu oleh Tan (namanya Eun Sang). Rachel pun menyerang dan menyudutkan Eun Sang.Tan pun menarik tangan Rachel menjauh lalu menasihati Rachel supaya berhenti bersikap kekanak-kanakan.

Pembelajaran:

1. Rachel beneran sayang Tan. Bahkan ia rela menyeberangi benua untuk menemui tunangannya. Jika Rachel merasa tidak suka dengan kehadiran Eun Sang itu wajar. Tetapi ia bereaksi dengan tidak bijak menghadapi permasalahan. Eun Sang juga nekat datang jauh-jauh untuk menemui kakak perempuannya. Tapi yang ia dapatkan adalah kekecewaan. Kakaknya ternyata berbohong selama ini, mengambil semua uang tabungan Eun Sang dan ibunya, lalu pergi meninggalkannya tanpa siapa-siapa di negeri orang. Rachel memang tidak tahu itu semua, dan memang dia tidak mau mencoba untuk pengertian. Seandainya Rachel mau meminta penjelasan, lalu menemukan ‘rasa kekeluargaan’ pada Eun Sang, yang sama-sama datang dari Korea menuju luar negara untuk menemui orang yang disayanginya. Tapi Rachel langsung menolak kehadirannya dan tidak peduli terhadap permasalahan orang lain. Menurutnya yang penting adalah, ia datang untuk menemui Tan. Jika saja Rachel bereaksi dengan lebih bijak, mungkin akan terasa lebih sulit bagi Tan untuk berpaling darinya?

2. Perasaan Tan terhadap Rachel telah berubah. Mereka bertemu saat masih anak-anak. Tan sangat mengagumi kepintaran Rachel yang sudah fasih berbahasa asing sejak usia 10 tahun. Saat berusia 14 tahun, Rachel menyukai Won (Hyung-nya Tan) karena menganggap Tan itu masih kaya bocah. Tapi yang terjadi berikutnya, justru sebaliknya. Rachel berubah kekanak-kanakan di mata Tan saat berusaha melindungi apa yang telah menjadi miliknya.

3. Meskipun dalam keadaan marah, Tan berusaha tetap tenang. Ia mengajak Rachel menjauh dari orang lain sehingga bisa menasihatinya. Tanpa ada kekerasan fisik, ia berusaha ngasih tau poin-poin penting, yaitu, berhenti jadi kaya bocah karena aku, jangan kacaukan dirimu sendiri hanya karena aku. Ia juga tidak berteriak dan fokus menata kalimat dan mengontrol emosinya. Tan bahkan mau mengantar Rachel ke bandara besok harinya, meski dengan malas-malasan, mungkin?

4. Rachel yang cantik, pintar, dan kaya raya, merasa terancam dengan kehadiran orang asing (bernama Eun Sang). Seharusnya dia menghargai dirinya dengan lebih baik. Juga, ia selalu merendahkan orang lain yang posisinya berada di bawahnya. Kepada Yoon Chan Young, teman sekelasnya, ia bahkan bilang: “Aku tak pernah berbicara kepadanya karena ia berasal dari kasta rendah.” Terbukti bukan karena merasa posisinya terancam oleh Eun Sang ia berbicara jahat. Kepada orang lain pun ia memang ketus dan kejam. Tidak, aku tidak membenci siapapun dalam cerita ini. Semua orang diperlihatkan mengapa mereka bersikap seperti itu.

Cuplikan:

Eun Sang kepada Chan Young: “Setiap jam yang kuhabiskan tanpa dibayar adalah sebuah kemewahan yang tak kudapatkan.”

Keterangan:

Eun Sang yang mengambil beberapa kerja paruh waktu sampai tak punya waktu untuk sekadar main, rebahan, apalagi pacaran. Dalam hati sebenarnya ia ingin seperti teman sepantarnya yang bisa bermain-main sepulang sekolah. Tapi ia tetap menjalani hari dengan bekerja keras meski sambil nangis-nangis juga.

Pembelajaran:

1. Lemah dan cengeng untuk mendeskripsikan Eun Sang, aku ga bisa terima. Ia tetap bangun setiap pagi, pergi ke sekolah, pergi bekerja, dan bahkan membantu ibunya. Meski semuanya tidak mudah baginya, ia tetap berjalan ke depan. Bukan malah kabur-kaburan seperti kakak perempuannya. Saking lelahnya Eun Sang, ia bahkan mengambil keputusan nekat untuk pergi keluar negeri sendirian untuk menemui kakaknya. Jika yang ia lakukan adalah menangis saat sedih dan lelah, bukankah hanya itu satu-satunya yang bisa ia lakukan?

2. Ibunya Eun Sang, ­mengiyakan tawaran pindah sekolah untuk Eun Sang dengan alasan sekolah elit. Ia berpikiran hal tersebut bagus untuk Eun Sang ke depan setelah lulus. Setidaknya orang-orang tak merendahkan dirinya jikalau nantinya ia tidak melanjutkan kuliah. Sebenarnya, alasan ayahnya Kim Tan menawarkan kepindahan sekolah adalah supaya Eun Sang mendengar dari orang-orang bahwa ia tak pantas bersanding dengan putranya. Siasat orang kaya begitu, ya? Kenapa ga dikasih tau langsung aja. Kamu ga pantes buat anak saya, terus selesai. Jadi Eun Sang ga perlu melalui neraka di sekolah barunya. Tapi habis itu aku sadar memang begitulah skenario dramanya.

Cuplikan:

Hyun Joo kepada Lee Hyo Shin: “Orang yang memberi uang selalu saja benar.”

Keterangan:

Hyun Joo adalah guru les Hyo Shin. Ia dinasihati oleh ibunya Hyo Shin terkait dengan etika berpakaian supaya mengikuti standar kesopanan. Hyo Shin yang tak sengaja mendengarnya pun menanyakan hal tersebut pada gurunya. Hyun Joo menjelaskan bahwa hal-hal yang disukainya tidak lagi penting karena ia harus mengikuti aturan orang yang memberinya uang.

Pembelajaran:

1. Salah satu tanda kedewasaan adalah ketika kita menyadari bahwa tak ada lagi waktu untuk kesukaan dan kesenangan, karena sudah waktunya kita bekerja dan bertanggung jawab penuh atas diri sendiri.

2. Saat kita telah memutuskan untuk berkomitmen pada suatu peran, lakukan dengan sungguh-sungguh dan taat aturan. Jika memang tak sanggup, sebaiknya berhenti saja, kan.

3. Aku bukannya mau bilang uang adalah segalanya, tetaplah melangkah dengan hati-hati.

4. Kepada siapapun yang dititipi dengan uang dan power di dunia ini, janganlah semena-mena memperlakukan sesama manusia. Kita sama di hadapan Sang Pencipta, kan?

Cuplikan:

Bu Guru Hyun Joo memperkenalkan diri di kelas: “Aku mendengar bahwa kalian mendiskriminasi satu sama lain dengan uang. Maka di kelas saya, saya akan melakukan hal sama kepada kalian dengan menggunakan nilai.”

Keterangan:

Hyun Joo adalah seorang yatim peraih beasiswa. Ia telah menyelesaikan masa studinya dan kini menjadi seorang guru. Ia memiliki rumah, tabungan, dan pekerjaan, ia sangat bersyukur atas itu semua. Tapi yang tidak akan ia dapatkan adalah cintanya? Karena ia dan Won berada di kelas sosial yang berbeda.

Pembelajaran:

1. Saat ia bilang ingin ‘mendiskriminasi’ dengan menggunakan nilai di kelasnya, itu merupakan salah satu bentuk pembaruan. Bukankah penilaian menggunakan skor tes dan kemampuan siswa itu jauh lebih adil daripada membeda-bedakan berdasarkan status kekayaan orang tua mereka?

2. Kehadiran guru baru Hyun Joo membawa angin perubahan positif bagi Chan Young. Ia siswa terpintar di kelasnya. Hanya saja ia berasal dari kasta terendah di sekolah. Makanya anak-anak yang lebih kaya darinya tetap meremehkannya meski ia adalah ketua kelas.

3. Eun Sang yang berasal dari kasta rendah juga melihat kehadiran Hyun Joo sebagai harapan dan inspirasi. Eun Sang menatap Bu Guru baru itu dengan penuh kekaguman.

Cuplikan:

Bu Guru Hyun Joo kepada Rachel: “Saat pembaca berubah, maka potongannya pun ikut berubah.”

Keterangan:

Bu Guru Hyun Joo memberikan tugas kelompok untuk membaca sebuah buku. Rachel protes karena sudah membaca buku itu sejak SD.

Pembelajaran:

1. Membaca ulang sebuah buku, atau menonton film/series favorit berkali-kali, maka rasanya akan berbeda dengan saat pertama kalinya. Karena kita telah berproses dan berubah. Maka akan memaknainya dengan lebih mendalam.

Nah, segitu dulu ya. Inilah akhir dari time travel kita.Terima kasih sudah bersabar menunggu sampai sejauh ini. Sampai ketemu kapan-kapan. Mungkin masih membahas topik yang sama, atau topik baru lainnya.

 

 

Komentar

Postingan Populer