Aku Sayang Orang Tuaku

 

Terima Kasih

Kepada orang tuaku yang selalu sabar menghadapiku, percaya dengan pilihanku, mendukung apa yang sedang kulakukan. Aku menulis seperti ini sekarang bukannya tanpa proses. Sebelumnya aku pun pernah merasa marah, kecewa, tidak puas, mengeluh dengan cara mereka menghadapiku, cara mereka berkomunikasi denganku, cara mereka merespon keadaan yang sedang terjadi.

Tapi kemudian aku sadar mereka adalah orang pertama yang menolong kita saat terjatuh, mengulurkan tangan, memeluk erat, mengobati sakit, memastikan semuanya baik-baik saja seperti semula. Aku sadar bahwa merekalah yang paling menyayangi kita di dunia ini. Mereka adalah orang yang paling terdampak rasa sedih ketika sesuatu buruk terjadi pada kita.

Aku pun ingin mengucapkan maaf jika aku belum bisa membanggakan kalian. Aku belum bisa memberikan materi kepada kalian. Maaf jika aku selalu meminta. Maaf jika aku belum bisa menjadi anak yang baik, aku masih berusaha. Maaf jika aku tidak terbuka pada kalian di masa lalu dan merasa aku bisa melakukan semuanya sendiri. Nyatanya aku tidak bisa. Nyatanya aku membutuhkan bantuan. Dan kalian adalah orang yang selalu ada untuk mendukungku.

Orang tua kita tidak toxic

Seringkali kita temukan di media sosial anak-anak yang mengeluhkan orang tua yang toxic. Tapi jangan sampai itu mempengaruhi alam bawah sadar kita. Mereka sayang sama kita. Tulisan ini bukan bermaksud menyangkal adanya orang tua yang toxic. Tulisan ini hanya, aku ingin membagikan apa yang aku alami, apa yang aku rasakan. Jangan sampai kalian menyesal seperti apa yang kurasakan sekarang.

Orang tuaku sudah melakukan apa yang mereka mampu, mereka sudah memberikan semua yang mereka punya. Hanya saja aku tidak cukup pintar untuk mensyukurinya. Aku menyesal karena tidak terbuka kepada mereka. Aku menyesal karena merasa bisa menjalani semuanya sendirian, padahal aku punya mereka. Aku menyesal karena tidak membangun komunikasi yang baik dengan mereka.

Sekarang aku ingin membagikan ini kepada kalian agar kalian tidak mengalami yang aku alami. Sebelum penyesalan yang datang terakhir. Coba, renungkan, sebelum menuduh yang tidak tidak kepada orang tua kalian. Coba instropeksi dulu, perbaiki apa yang bisa kalian upayakan terlebih dahulu.

Barangkali bukan orang tua yang terlalu menuntut, tetapi mungkin kalian yang tidak mengkomunikasikan kendala yang sedang kalian hadapi. Orang tua terkadang tidak tahu karena kita tidak memberi tahu. Coba bangun komunikasi yang baik dengan orang tua, terbukalah dengan mereka. Jangan hanya beri tahu mereka saat kalian berhasil, tapi saat gagal juga. Ini bisa buat mereka memahami proses yang sedang kita alami.

Selain itu, terbuka dengan orang tua juga menumbuhkan dukungan, orang tua akan paham dengan perasaan yang sedang kita hadapi, pasti mereka akan mengusahakan untuk membantu kita. Dengan cara yang mereka bisa.

Jadi, aku ingin bilang kepada kalian yang sedang membaca tulisan ini. yuk mulai bangun dan kuatkan lagi komunikasi yang baik dengan orang tua. Jika sudah, bagus, lanjutkan. Aku hanya ingin mengingatkan kepada yang belum.

Terima kasih sudah membaca tulisanku, jika ada yang tidak berkenan mohon dimaafkan, ingatkan aku jika ada kesalahan atau kekurangan, ya.

Komentar

Postingan Populer