Momen-Momen Bahagia Thomas Uber Cup 2022

 

Tulisan ini aku tujukan untuk semua atlet badminton yang sudah berjuang untuk negaranya masing-masing di kejuaraan Thomas dan Uber 2022. Terima kasih sudah menyajikan pertandingan yang seru setiap harinya. Terima kasih sudah melakukan yang terbaik untuk negara kalian masing-masing. Terima kasih atas permainan bagus yang kalian tunjukkan.Terima kasih atas keceriaan dan energi positif yang kalian bagikan satu sama lain. Rasanya sangat menyenangkan melihat kesolidan dan kekompakan tim dalam bekerja sama, menguatkan, dan saling memberi dukungan. Terima kasih sudah meramaikan suasana rumahku selama satu minggu ini. Kalian mengajarkanku tentang kerja keras, perjuangan yang panjang dan penuh keringat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Juga tentang fokus, ketahanan, usaha, dan ketenangan.

Sejujurnya aku pun mengharapkan kemenangan bagi tim negaraku. Tim Thomas sudah berhasil masuk ke final hanya saja hari ini harus merelakan gelar diberikan kepada tim India. Tim Uber sudah mengakui keunggulan tim Tiongkok di QF. Sedih dan kecewa iya, bahkan dulu lebih parah sampai nangis-nangis juga. Tapi seiring perubahan yang terjadi dalam diriku, aku semakin kuat menghadapinya. Aku sadar aku bukan siapa-siapa. Pernah suatu kali aku melihat cerita dari salah satu penggemar badminton dari negara lain. Ia membagikan perasaan sedihnya setelah tim negaranya mengalami kekalahan. Sebagai sesama penggemar tentu saja aku bisa mengerti perasaannya. Kita ada di sisi yang sama.

Tentu saja sedih dan kecewa itu wajar saat kita sudah berharap tapi harapan kita belum terwujud. Tapi ada orang lain yang sedang memiliki momennya untuk berbahagia. Bukankah lebih indah jika kita ikut berbahagia sedikit saja. Saat pertandingan usai, maka usai sudah persaingan itu. Lain kali kita akan dapatkan momennya.

Posisiku di sini hanya sebagai penggemar. Aku tidak memberi bantuan apa-apa kepada mereka, hanya doa dan dukungan seadanya saja. Aku pun tidak begitu mendapatkan sesuatu yang nyata apapun hasilnya. Tapi aku bahagia melihat mereka. Melihat mereka yang diuji di lapangan. Melihat mereka yang berdiri dan berteriak di tepi lapangan untuk mendukung rekannya. Melihat pelatih yang memberi nasihat dan memeluk anak didiknya dengan kasih sayang. Melihat orang-orang yang menjalankan tugasnya. Melihat penyelenggara yang sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik.

Aku akan ingat-ingat momen bahagia kita pekan ini. Misalnya saat tim Thomas Indonesia berhasil menjadi juara grup setelah mengalahkan tim Thomas Korea 3-2. Drama setelah tertinggal 2-0 dan justru berhasil membalikkan keadaan. Atau saat Bilqis Prasista berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi pemain peringkat 1 dunia. Juga duo MS penentu kita Vito dan Syabda ketika menghadapi Korsel, kalian sangat luar biasa. Kemudian ketika Ahsan/Kevin tidak menyerah saat poinnya tertinggal 7-17 menjadi 20-17, dan mampu memenangkan game dengan 22-20.

Kita pun harus ingat tentang perjuangan Ginting yang mencoba bangkit dari keterpurukannya. Ia mengalami kekalahan 3 kali beruntun saat di babak grup. Kemudian di babak QF dan SF, Ginting kembali menemukan kepercayaan dirinya dan menyumbangkan poin untuk tim. Bahkan di babak SF, ia berhadapan dengan Kento Momota. Bahagia rasanya melihat mereka kembali berjumpa setelah 2,5 tahun. Bahagia melihat momen kebersamaan mereka usai pertandingan.

Hasil akhir hari ini tidak akan menghapus momen-momen tersebut. Momen-momen itu penting, indah, dan akan terkenang selamanya. Meski pun belum mencapai hasil yang diinginkan hari ini, kalian sudah luar biasa. Perjuangan kalian kemarin tidak sia-sia, itu sangat berarti bagi kami. Selamat kepada tim pemenang India yang mencetak sejarah hari ini. Selamat kepada tim Uber Korea yang berhasil membawa pulang tropi. Selamat untuk tim Thomas Indonesia untuk juara duanya, mungkin kalian kecewa, tapi kami sudah bangga dengan itu, semangat untuk kembali berlatih. Sehat-sehat selalu, selamat kembali ke rumah, ya, kami bangga pada kalian, kami sayang kalian.

Komentar

Postingan Populer